Kamis, 08 September 2016

QUIZ MANAJEMEN TANAMAN PERKEBUNAN  DI INDONESIA
PAPER
Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Manajemen Tanaman Perkebunan
Dosen Pengampu



Penulis
Thalia Eka Vatikasari                                  135040118133005
















UNIVERSITAS BRAWIJAYA KAMPUS III KEDIRI
FAKULTAS PERTANIAN
PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
JURUSAN SOSIAL EKONOMI PERTANIAN
2015



1.      Bagaimana peran petani inti terhadap pengadaan lahan ?
Dalam sebuah perusahaan perkebunan yang berskala besar, sebagian besar, untuk kepemilikan lahan selain perusahaan memiliki lahan sendiri perusahaan juga menerapkan pola kemitraan dengan petani pemilik lahan dengan pola intiplasma. Dimana perusahaan sebagai inti yang memberikan penyediaan sarana produksi, bimbingan teknis, sampai dengan pemasaran hasil. Sedangkan petani sebagai plasma berkedudukan sebagai penyedia lahan perkebunan berikut tenaga kerjanya. Alasan perusahaan memilih menerapkan pola kemitraan dengan petani plasma ini adalah yang pertama harga lahan yang tinggi, jika seluruh lahan perusahaan harus membeli maka hal ini dapat menyebabkan pengeluaran investasi perusahaan yang tinggi, kedua dengan pola kemitraan perusahaan tidak perlu lagi mengeluarkan biaya tenaga kerja mulai dari persiapan lahan, penanaman, pemeliharaan hingga panen, karena dengan sistim pola kemitraan dimana petani merasa ikut  memiliki tanaman kakao tersebut, sehingga petani secara sukarela dan bertangguung jawab penuh akan tanaman perkebunanya. Alasan ketiga di Indonesia untuk kepemilikan lahan bagi perusahaan dibatasi berdasar skala usahanya, sehingga hal ini membatasi jumlah produksi perusahaan, sedangkan permintaan pasar berada diatas kapasitas produksi. Sehingga dengan menerapkan  pola intiplasma ini perusahaan mampu memenuhi target produksi tersebut.
Untuk pola kemitraan intiplasma ini, antara petani dan perusahaan sama-sama diuntungkan. Perusahaan mampu meningkatkan produksinya sedangkan petani memperoleh kepastian pasar dan harga. Selain itu untuk petani-petani yang miskin modal akan sangat terbantu dengan adanya pemberian sarana produksi oleh perusahaan. Namun hal ini tergantung dari kesepakatan MOU yang telah disepakati duabelah pihak sebelumnya.

2.      Peran serta pengelola kampus terhadap sustainability Campus UB.
Peran serta pengelola kampus adalah menjalankan fungsi manajemen. Mulai dari manajemen keuangan yang merupakan hal paling krusial dalam sebuah lembaga, manajemen sumberdaya manusia yang mengatur penempatan tenaga kerja berdasar kompetensi yang dimilikinya, penjadwalan tugas penggajian dan lain sebagainya, selain itu juga menjalankan manajemen akademik seperti manajemenn jadwal kuliah, jadwal dosen mengajar, surat menyurat, manajemen sarana dan prasarana perkuliahan dan lain sebagainya, semua proses manajemen ini bertujuan untuk menjaga kelancaran proses perkuliahan, serta memberikan pelayanan yang terbaik bagi mahasiswa sehingga Universitas Brawijaya ini terus berkembang dan semakin maju.

3.      Buatlah semacam review apa yang dimakasud dengan monev terhadap manajemen tanaman perkebunan dan beri contoh  pada perkebunan kakao.
Monitoring dan evaluasi merupakan salah satu  fungsi manajemen tanaman perkebunan. Monitoring merupakan upaya pengawasan mulai dari perencanaan, pengorganisasian hingga pelaksanaan apakah manajemen tersebut sudah berjalan dengan baik atau belum. Sedangkan evaluasi merupakan upaya untuk menilai apakah suatu usaha tersebut menguntungkan dan layak untuk dikembangkan. Dalam manajemen tanaman perkebunan kakao monitoring dilaksanakan mulai dari pengadaan lahan, pembuatan lubang tanam, pembibitan, pemeliharaan hingga panen. Semisal dalam manajemen pengendalian hama dna penyakit pada kakao, jika ditemukan masalah seperti serangan hama  Penggerek Buah Kakao (PBK) Conopomorpha cramerella  yang merupakan hama utama kakao. Ulat merusak dengan cara menggerek buah, makan kulit buah, daging buah dan membuat saluran ke biji, sehingga biji saling melekat, berwarna kehitaman, sulit dipisahkan dan berukuran lebih kecil. Tentu  saja hal ini dapat menurunkan kualitas biji kakao yang berdampak pada harga biji dan mutu produk akhir. 
Untuk mengatasi serangan penggerek buah kakao, dilakukan dengan memanfaatkan semut hitam dan jamur Beuveria bassiana. Peningkatan populasi semut hitam dapat dilakukan dengan menyediakan lipatan daun kelapa atau daun kakao kering atau koloni kutu putih. Semut hitam bukan predator dan tidak memakan hama. Kencing semut hitam terbukti dapat menjadi senjata ampuh untuk mengusir hama penganggu tanaman kakao. Semburan kencing semut hitam akan terasa pedih sehingga hama penggangu tidak akan mendekat. Inilah salah fungsi monitoring dalam suatu system manajemen tanaman perkebunan kakao, yang mana apabila terjadi masalah maka dapat segera ditemukan solusinya.
Setelah itu dilakukan evaluasi, yang bertujuan untuk menilai apakah manajemen pelaksanaan operasional perkebunan sudah berjalan baik serta upaya-upaya penanganan masalah apakah sudha tepat atau belum. Biasanya evaluasi ini dilakukan seminggu sekali sebulan sekali dan terkadang satu tahun sekali untuk perbaikan ditahun berikutnya.  Hal ini dilakukan agar tanaman kakao tetap mampu berproduksi secara optimal dan memberikan keuntungan yang tinggi pada perusahaan.
4.      Bagaimana manajemen perkebunan kakao berumur lebih dari 25 tahun (intensifikasi atau ekstensifikasi kebun ?).
Untuk perusahaan perkebunan yang berusia lebih dari 25 tahun upaya yang dilakukan lebih ditekankan pada upaya intensifikasi lahan. Intensifikasi lahan merupakan upaya peningkatan produktivitas tanaman pada luasan lahan tertentu tanpa menambah luasan lahan. Untuk kakao yang berusia lebih dari 25 tahun, pohon kakao sudah tidak produktif lagi, sehingga umumya peningkatan produktivitas tanaman kakao adalah dengan teknik sambung samping. Sambung samping ini dilakukan dnegan menyambung cabang produktif dengan batang samping yang sudah tua. Dengan teknik ini dapat meremajakan kembali pohon kakao yang sudah tidak produktif sehingga mampu berproduksi secara optimal kembali. Bila dibandingkan dengan tanam bibit baru, keuntungan teknik sambung samping ini adalah dapat meningkatan produksi secara cepat tanpa harus menunggu waktu lama, selain itu cabang produktif yang digunakan dalam sambung samping ini dapat diambil dari batang sebelumnya sehingga tidak memerlukan bibit baru yang harganya mahal.


= = = = Terima Kasih = = = = =  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

semoga bermanfaat