QUIZ MANAJEMEN TANAMAN PERKEBUNAN DI INDONESIA
PAPER
Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata
Kuliah Manajemen Tanaman Perkebunan
Dosen Pengampu
Penulis
Thalia Eka Vatikasari 135040118133005
UNIVERSITAS BRAWIJAYA KAMPUS III
KEDIRI
FAKULTAS PERTANIAN
PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
JURUSAN SOSIAL EKONOMI PERTANIAN
2015
1.
Bagaimana peran petani inti terhadap pengadaan lahan
?
Dalam
sebuah perusahaan perkebunan yang berskala besar, sebagian besar, untuk
kepemilikan lahan selain perusahaan memiliki lahan sendiri perusahaan juga menerapkan
pola kemitraan dengan petani pemilik lahan dengan pola intiplasma. Dimana
perusahaan sebagai inti yang memberikan penyediaan sarana produksi, bimbingan
teknis, sampai dengan pemasaran hasil. Sedangkan petani sebagai plasma
berkedudukan sebagai penyedia lahan perkebunan berikut tenaga kerjanya. Alasan
perusahaan memilih menerapkan pola kemitraan dengan petani plasma ini adalah
yang pertama harga lahan yang tinggi, jika seluruh lahan perusahaan harus
membeli maka hal ini dapat menyebabkan pengeluaran investasi perusahaan yang
tinggi, kedua dengan pola kemitraan perusahaan tidak perlu lagi mengeluarkan
biaya tenaga kerja mulai dari persiapan lahan, penanaman, pemeliharaan hingga
panen, karena dengan sistim pola kemitraan dimana petani merasa ikut memiliki tanaman kakao tersebut, sehingga
petani secara sukarela dan bertangguung jawab penuh akan tanaman perkebunanya.
Alasan ketiga di Indonesia untuk kepemilikan lahan bagi perusahaan dibatasi
berdasar skala usahanya, sehingga hal ini membatasi jumlah produksi perusahaan,
sedangkan permintaan pasar berada diatas kapasitas produksi. Sehingga dengan
menerapkan pola intiplasma ini
perusahaan mampu memenuhi target produksi tersebut.
Untuk
pola kemitraan intiplasma ini, antara petani dan perusahaan sama-sama
diuntungkan. Perusahaan mampu meningkatkan produksinya sedangkan petani
memperoleh kepastian pasar dan harga. Selain itu untuk petani-petani yang
miskin modal akan sangat terbantu dengan adanya pemberian sarana produksi oleh
perusahaan. Namun hal ini tergantung dari kesepakatan MOU yang telah disepakati
duabelah pihak sebelumnya.
2.
Peran serta pengelola kampus terhadap sustainability
Campus UB.
Peran
serta pengelola kampus adalah menjalankan fungsi manajemen. Mulai dari
manajemen keuangan yang merupakan hal paling krusial dalam sebuah lembaga,
manajemen sumberdaya manusia yang mengatur penempatan tenaga kerja berdasar
kompetensi yang dimilikinya, penjadwalan tugas penggajian dan lain sebagainya,
selain itu juga menjalankan manajemen akademik seperti manajemenn jadwal
kuliah, jadwal dosen mengajar, surat menyurat, manajemen sarana dan prasarana
perkuliahan dan lain sebagainya, semua proses manajemen ini bertujuan untuk
menjaga kelancaran proses perkuliahan, serta memberikan pelayanan yang terbaik
bagi mahasiswa sehingga Universitas Brawijaya ini terus berkembang dan semakin
maju.
3.
Buatlah semacam review apa yang dimakasud dengan
monev terhadap manajemen tanaman perkebunan dan beri contoh pada perkebunan kakao.
Monitoring
dan evaluasi merupakan salah satu fungsi
manajemen tanaman perkebunan. Monitoring merupakan upaya pengawasan mulai dari
perencanaan, pengorganisasian hingga pelaksanaan apakah manajemen tersebut
sudah berjalan dengan baik atau belum. Sedangkan evaluasi merupakan upaya untuk
menilai apakah suatu usaha tersebut menguntungkan dan layak untuk dikembangkan.
Dalam manajemen tanaman perkebunan kakao monitoring dilaksanakan mulai dari
pengadaan lahan, pembuatan lubang tanam, pembibitan, pemeliharaan hingga panen.
Semisal dalam manajemen pengendalian hama dna penyakit pada kakao, jika
ditemukan masalah seperti serangan hama Penggerek Buah Kakao (PBK) Conopomorpha
cramerella yang merupakan hama utama
kakao. Ulat merusak dengan cara menggerek buah, makan kulit buah, daging buah
dan membuat saluran ke biji, sehingga biji saling melekat, berwarna kehitaman,
sulit dipisahkan dan berukuran lebih kecil. Tentu saja hal ini dapat menurunkan kualitas biji
kakao yang berdampak pada harga biji dan mutu produk akhir.
Untuk mengatasi serangan penggerek buah
kakao, dilakukan dengan memanfaatkan semut hitam dan jamur Beuveria bassiana.
Peningkatan populasi semut hitam dapat dilakukan dengan menyediakan lipatan
daun kelapa atau daun kakao kering atau koloni kutu putih. Semut hitam bukan
predator dan tidak memakan hama. Kencing semut hitam terbukti dapat menjadi
senjata ampuh untuk mengusir hama penganggu tanaman kakao. Semburan kencing
semut hitam akan terasa pedih sehingga hama penggangu tidak akan mendekat.
Inilah salah fungsi monitoring dalam suatu system manajemen tanaman perkebunan
kakao, yang mana apabila terjadi masalah maka dapat segera ditemukan solusinya.
Setelah itu dilakukan evaluasi,
yang bertujuan untuk menilai apakah manajemen pelaksanaan operasional perkebunan
sudah berjalan baik serta upaya-upaya penanganan masalah apakah sudha tepat
atau belum. Biasanya evaluasi ini dilakukan seminggu sekali sebulan sekali dan
terkadang satu tahun sekali untuk perbaikan ditahun berikutnya. Hal ini dilakukan agar tanaman kakao tetap
mampu berproduksi secara optimal dan memberikan keuntungan yang tinggi pada
perusahaan.
4.
Bagaimana manajemen perkebunan kakao berumur lebih
dari 25 tahun (intensifikasi atau ekstensifikasi kebun ?).
Untuk
perusahaan perkebunan yang berusia lebih dari 25 tahun upaya yang dilakukan
lebih ditekankan pada upaya intensifikasi lahan. Intensifikasi lahan merupakan
upaya peningkatan produktivitas tanaman pada luasan lahan tertentu tanpa
menambah luasan lahan. Untuk kakao yang berusia lebih dari 25 tahun, pohon
kakao sudah tidak produktif lagi, sehingga umumya peningkatan produktivitas
tanaman kakao adalah dengan teknik sambung samping. Sambung samping ini dilakukan
dnegan menyambung cabang produktif dengan batang samping yang sudah tua. Dengan
teknik ini dapat meremajakan kembali pohon kakao yang sudah tidak produktif
sehingga mampu berproduksi secara optimal kembali. Bila dibandingkan dengan
tanam bibit baru, keuntungan teknik sambung samping ini adalah dapat meningkatan
produksi secara cepat tanpa harus menunggu waktu lama, selain itu cabang
produktif yang digunakan dalam sambung samping ini dapat diambil dari batang
sebelumnya sehingga tidak memerlukan bibit baru yang harganya mahal.
=
= = = Terima Kasih = = = = =
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
semoga bermanfaat